Stop For A While and Look Back

Terkhusus untuk orang-orang tersibuk. 7/24 punya aktivitas super padat. You guys, do such a great thing. Kalian dengan kesibukan apapun. Kegiatan kampus, kegiatan di gereja, aktif di komunitas, gaming, sibuk belajar, sibuk di media sosial, you guys, are awesome.

Memang ya, kita sekarang ada di masa dimana semua hal mendapat perhatian khusus. Mulai dari karier hingga hiburan menjadi prioritas kita. Akhirnya 24 jam sehari menjadi seakan tidak cukup. Bangun pagi hari, bersiap untuk kuliah, bersiap untuk bekerja, kemudian seharian beraktifitas, atau mungkin seharian jalan-jalan ke mall, seharian main game, lalu kita menjadi lelah dan akhirnya memilih tidur untuk melanjutkan rutinitas esok hari. 

Ya, hal ini yang sekarang sedang saya alami. Saya sedang menjalani program magang. Jam masuk kantor dari jam 7.30 pagi sampai jam 5 sore. Beruntung masih ada jam istirahat. Berhadapan dengan workload yang lumayan menguras pikiran, membuat saya selalu merasa kelelahan. Belum lagi harus menempuh perjalanan pulang yang menambah lengkap beban sehari itu. 

Alhasil, setiap pulang dari tempat magang, waktu saya hanyalah untuk bersih-berish diri, makan, dan istirahat untuk besok kembali melakukan hal yang sama. Saya yakin, kalian juga sekarang sedang melakukan hal yang sama. Sibuk seharian dengan dunia kalian. 

But, guys, ada hal penting yang sebenarnya kita lewatkan. Me Time. Waktu pribadi kita dengan diri kita. Waktu sendirian kita. Beberapa orang mendefinisikan me time sebagai aktivitas melakukan hobby (basket, renang, badminton, ke salon, tidur-tiduran dikasur seharian, aktif media sosial). Dan jelas ini bukan hal yang salah. Tapi saya ingin menawarkan arti yang lebih luas tentang me time.

sc : google
Untuk saya, me time adalah waktu untuk stop for awhile and look back to what we have done today. Simple-nya adalah, self evaluation. Kita perlu mengoreksi diri atas apa yang kita lakukan. Apakah hari ini kita sudah menjadi orang baik, atau kita menyakiti orang-orang disekitar kita.Apakah kita sudah mempersiapkan masa depan kita, atau menyia-nyiakan kesempatan hidup untuk bermain sepanjang waktu. Aapakah kita sudah menjadi berkat bagi sesama, atau kita hidup hanya sekedar eksis dan narsis di media sosial, dan berusaha meyakinkan orang lain bahwa hidup kita lebih baik?
untuk kita

Me time menolong kita untuk mengukur seberapa jauh kita berjalan, berapa persen kita telah bergerak menuju mimpi kita. Me time menolong kita untuk mengetahui dimana kita sekarang dan membantu kita memetakan langkah kita selanjutnya. 

Take your own time.
Have a happy me time.
-Dean Charlos

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Masalah Hanyalah Sebuah Prespective

Bangga sama diri sendiri? Hati-hati loh!!

That's how it works