Bangga sama diri sendiri? Hati-hati loh!!
Hi, guys, apa kabar nih? Lama tak menyapa kalian lewat blog lagi.
.
.
Judul blog ini udah kayak artikel Line Today belum, yang mancing banget buat dibaca, pas dibuka, eh isinya gitu-gitu aja. Hahaha.
.
.
Disclaimer : Blog ini bukan untuk kalian yang cari bahan renungan yang tinggal copy paste ya. Ini bahasanya cukup sarkas dan mungkin banyak pertanyaan retoris yang perlu kalian jawab didalam hati aja.
.
.
Aku mau ngomong soal self-pride. Jadi kemarin di Gerejaku lagi bahas tema anak dan firman yang diambil itu dari Matius 19:14. Gini ayatnya:
"Tetapi Yesus berkata: 'Biarkanlah anak-anak itu, janganlah mengahalang-halangi mereka datang kepada-Ku; sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya kerajaan sorga'."
Aku ga mau ngomongin apa yang disampaikan pendetaku di Gereja kemarin, nanti jadi kayak ringkasan khotbah. Ini pure aku mau tulis, apa yang tiba-tiba terbesit dipikiranku, hari minggu malam sebelum aku tidur. Maaf kalau refleksiku ga terlalu dalam.
.
.
Gini.
Aku penasaran kenapa Tuhan Yesus bilang orang-orang seperti anak-anak itu yang akan memiliki kerajaan surga? Mereka kan belum melakukan apa-apa? Pelayanan mereka apa? Maksudnya kayak, apa sih yang udah mereka lakukan buat Tuhan, kok bisa punya kerajaan surga?
.
Jujur ya, aku ini lagi rajin-rajinnya pelayanan di Gereja. Ruajin. Dan otomatis pertanyaan-pertanyaan diatas muncul dikepalaku, mulai dari aku baca firman itu, sampai malam sebelum aku tidur.
.
Bener-bener ga masuk di logikaku. Anak kecil yang ga punya dan belum bisa apa-apa, malah dapat free-pass masuk kerajaan surga? Apa karena mereka karena suci belum berdosa ya? Tapi semua orang sejak lahir udah berdosa?
.
Akhirnya, karena terus mikirin pertanyaan-pertanyaan diatas, aku memutuskan untuk membaca sebuah buku seri lanjutan milik Kyle Idleman, judulnya "The End of Me". Akhir bagian kata pengantar buku itu, mengantarkanku pada sebuah simpulan sementara...
Ini aku screenshoot-kan catatan aku malam itu...
.
.
.
.
Aku ga tau kenapa bisa terbesit kesimpulan seperti ini. Tapi aku rasa simpulan ini cukup banget untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan di kepalaku.
.
Anak-anak kecil yang Tuhan Yesus maksud mungkin tidak hanya sekedar batasan usia, tapi sikap hati kita. Saya yakin Tuhan gak banget sama orang yang merasa dia punya sesuatu dan merasa dia sudah melakukan semuanya untuk Tuhan dengan usaha terbaiknya, tapi semua pujian kita simpan sendiri untuk memberi makan ego kita.
.
Anak-anak kecil yang Tuhan Yesus maksud mungkin bukan sebatas anak-anak yang tidak punya apa-apa. Lebih dari itu, adalah orang-orang yang merasa tidak ada yang cukup pantas untuk kita berikan kepada Tuhan sebagai persembahan kita. Orang yang merasa miskin dihadapan Tuhan. Itu yang Tuhan mau.
.
Anak-anak kecil yang Tuhan Yesus maksud mungkin bukan sebatas anak-anak yang pengetahuannya belum seberapa. Lebih dari itu, adalah orang-orang yang siap dengar didikan Tuhan, bukan orang yang merasa dirinya paling benar.
.
Mungkin itu... Mungkin...
.
.
Doaku ketika nulis blog ini adalah, Tuhan kalau sampai saat ini aku masih bersikap seperti orang dewasa yang sombong dan penuh keangkuhan, pertama, jangan buang aku, Tuhan. Kemudian, sudilah untuk Tuhan bentuk aku ulang jadi anak-anak yang bisa buat hati Tuhan senang.
.
Dan aku yakin, Tuhan juga mau dengar doa yang sama dari hati kalian yang paling tulus.

Komentar
Posting Komentar