Deep Scary Sea

"Be very careful of people whose words don't match their action"

Saya yakin, sebagian besar kita sudah pernah dengar ungkapan diatas. Atau kalaupun belum, setidaknya kalian sudah membacanya di postingan saya ini. Kalau diterjemahkan, kurang lebih artinya menjadi : " Hati-hati sama ibu-ibu yang bawa motor matic, karena biasanya ia sein ke kanan, lalu dengan santai berbelok ke kiri. Saya tidak akan membahas alasan mengapa para ibu-ibu melakukan hal demikian, karena saya tidak ingin kualat. Yang begitu menarik adalah apa yang bisa kita pelajari dari hal ini.

Sebagai seorang muda, yang punya banyak ambisi, punya banyak visi, punya banyak kemauan, saya merasa ada banyak hal yang menuntut kita punya mata yang jeli. Saya rasa dimasa-masa ini kita sangat haus melihat peluang. It's okay, guys. It's normal and it's good. Sudah memang seharusnya seperti itu, dan akan jauh lebih baik, kalau kita bisa mengendalikannya.

Memang, kalau mau dibahas lebih jauh, cerita ini pasti mengerucut pada topik fake friends, toxic people, parasite dan hal-hal negatif lainnya. Ya, bersekolah di Surabaya sejak SMA hingga sekarang menjadi mahasiswa semester akhir memberikan saya kesempatan untuk bertemu dengan berbagai macam orang. Saya bertemu dengan sangat banyak orang baik dan hidup begitu menginspirasi saya. Dan tentu, saya juga bertemu orang-orang yang (bukan tidak baik) tapi merekalah yang mengajarkan saya bagaimana dewasa dalam bersikap.

Orang yang "omongannya" tidak sesuai dengan apa yang dia lakukan ibarat ibu-ibu yang mengendarai motor matic diatas, tidak bisa dipercaya, dan bahkan bisa membahayakan dirinya sendiri dan orang lain. Ketika mereka dengan lantang mengatakan akan mendukung kita dalam susah dan senang, kemudian dibelakang kita, mereka mengumbar kelemahan kita, percayalah guys, i've been there.


https://wallpaperstock.net/wallpapers/thumbs1/16950wide.jpg
Dengan analogi lain, mungkin mereka seperti lautan yang tenang (dipermukaan), sangat dalam, penuh misteri, dan punya banyak kejutan, atau bisa saja menenggelamkan. Kalau kita bisa mengendalikannya,  percayalah kita akan bisa mengarungi laut itu dan menjadi pelaut yang hebat. Laut dalam, biasanya tenang di permukaan, namun berarus kuat didalamnya, so, don't trust people easily. Jangan menyelam terlalu dalam, anda bisa terseret arus. Jelilah melihat teman-teman anda dan perhatikan diri kalian, apakah kalian terseret arus itu? Jika ya, maka kembalilah kepermukaan.


Well, thanks udah mau baca postingan saya yang ini,
saya akan update blog ini minimal seminggu sekali, dengan pikiran-pikiran yang ada dikepala saya.
Ditunggu aja ya, guys.

Jangan berhenti belajar dari semua hal kecil disekitar kita.
-Dean Charlos

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Masalah Hanyalah Sebuah Prespective

Bangga sama diri sendiri? Hati-hati loh!!

That's how it works